Tampil Buruk, Bos Argentina Jorge Sampaoli Bela Lionel Messi

Meski tampil buruk, pelatih Argentina Jorge Sampaoli membela Lionel Messi.

Lionel Messi dan Argentina tampil buruk di awal Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana mereka menghadapi kemungkinan eliminasi awal setelah ditahan imbang 1-1 dari Islandia dan kekalahan 3-0 dari Kroasia.

Sementara rival Messi, Cristiano Ronaldo lebih dominan di dua pertandingannya, dimana striker Portugal itu menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia sejauh ini.

Menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers pasca-pertandingan, bos Argentina Jorge Sampaoli mengakui bahwa pertunjukan Messi dihalangi rekan-rekan setimnya.

“Ronaldo merupakan seorang pemain yang sangat bagus, Anda bisa melihat semua yang sudah dicapai di dalam karirnya. Untuk saat ini, tidak seharusnya kita membandingkan dua pemain ini.” kata Sampaoli.

“Saya rasa itu karena kenyataan dari skuad Argentina, itu semacam keterbatasan kecemerlangan Leo. Dia terbatas karena tim tidak ideal dengan dia seperti seharusnya.

Sebagai pelatih, kami perlu menyadari hal-hal ini dan berusaha menghadapinya. Saya yang harus menerimanya.” tambah Sampaoli.

Lionel Messi dan rekan-rekan tertunduk lesu usai dikalahkan 3-0 dari Kroasia. (Sumber:www.wionews.com)

Dalam laga babak penyisihan Jumat (22/6) dini hari, penjaga gawang Argentina Willy Caballero membuat blunder yang berubah menjadi gol pertama buat Kroasia yang diciptakan Ante Rebic di menit ke-53.

Meski demikian, pelatih Sampaoli tetap aksi penjaga gawangnya tersebut dan siap bertanggung jawab penuh.

“Kunci untuk kekalahan kami terkait dengan tanggung jawab saya karena saya adalah pelatih. Saya harus menyusun rencana untuk pertandingan ini.” kata Sampaoli.

“Jika saya mengaturnya dengan berbeda, semuanya akan menjadi jauh lebih baik. Saya rasa itu tidak realistis untuk meletakkan beban pada Caballero.

“Saya benar-benar merasakan sakit. Sebagai pelatih, sudah lama sejak saya melalui pengalaman ini dan jelas itu jauh lebih menyakitkan ketika saya mengenakan jersey di negara saya.

“Rencana kami untuk pertandingan ini tidak berhasil. Kami harus meletakkan semua yang kami miliki di kesempatan terakhir yang harus kami lawan, berikan semuanya.

“Kami tidak punya alternatif lain. Ada rasa sakit karena kami tidak berada pada tingkat yang diharapkan orang Argentina dari kami.” tambah mantan pelatih Sevilla tersebut.

Peluang La Albiceleste untuk lolos ke babak 16 masih terbuka lebar. Jika Islandia menang melawan Nigeria, maka Argentina juga harus menang atas Nigeria di pertandingan terakhir mereka, pada 27 Juni dini hari mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*