Lembaran Baru

Piala Dunia Wanita 2019 kali ini seakan membuka lembaran baru bagi para pecinta sepakbola di seluruh dunia. Meski sudah sering diberitakan, namun skala yang diberikan pada edisi Piala Dunia kali ini terasa berbeda. Mulai dari pemberitaan terkini setiap tim di awal turnamen, hingga berita panas seputar pemain Amerika Serikat Megan Rapinoe dan Alex Morgan. Kemenangan Amerika Serikat semalam (WIB) atas Belanda bahkan lebih mendapatkan perhatian dibandingkan kemenangan Brazil atas Peru di ajang Copa America 2019. Padahal, Brazil baru saja menuntaskan dahaga mereka setelah terakhir kali juara di edisi 2007 silam.

Para pencinta Barcelona pun bahkan lebih peduli dengan sepak terjang pemain wanita mereka Lieke Martens dibandingkan aksi Coutinho dan Arthur yang juga membela Brazil di Copa America. Hal ini sungguh melegakan melihat bagaimana jurang diantara sepakbola pria dan wanita mulai terkisis secara perlahan tahun ini.

Bahkan, harus saya akui terkadang permainan sepakbola para pemain wanita ini lebih menghibur dan kadang kala, lebih bertekhnik. Tim nasional wanita Perancis, Jepang, Inggris, Belanda, Swedia, serta Amerika Serikat jelas tidak bisa kita anggap lebih inferior hanya karena perbedaan gender. Meski masih banyak suara protes terkait kurangnya perhatian serta kurangnya penghargaan berupa gaji yang masih terpaut jauh dari pesekbola pria, ini adalah suatu kemajuan luar biasa bagi sepakbola wanita.

Memang popularitas para wanita akan sulit menandingi pesona serta karisma para pesepakbola pria saat ini, namun jika bisa terus mendapatkan perhatian media, bisa saja kita akan disuguhkan dengan laga – laga sepakbola wanita di Liga mereka masing – masing. Popularitas mereka pun akan naik secara perlahan dan kembali, mempersepit jarak antar kedua belah gender.

Satu hal yang paling saya syukuri adalah akan berkurangnya manusia – manusia yang seakan merendahkan atau menganggap remeh para perempuan yang menjadi fans sepakbola. Kini mereka tak lagi bisa mengklaim bahwa olahraga sepakbola adalah olahraga maskulin yang harus dipandang sebagai olahraga para pria saja. Jika masih ada yang bersikap menyebalkan dan menghujat para perempuan yang dianggap nonton sepakbola hanya karena tampang, maka baiknya kalian cuek dan tinggalkan saja orang tersebut.

Buang – buang waktu dan tenaga saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*