Kejutan! 3 Tim Dota 2 Ini Bisa Jadi Juara The International 2018

Kita sudah pernah membahas tim top tier Dota 2 yang memiliki peluang kuat untuk menjadi juara tahun ini, nah kali ini kita akan membahas tim kuda hitam Dota 2 yang bisa memberikan kejutan bahkan mungkin bisa menjadi juara The International 2018!

Kalau berbicara tentang tim kuda hitam Dota 2 atau underdogs, kita semua pasti memiliki jagoan yang kita harapkan bisa mengalahkan tim-tim besar unggulan juara seperti Team Liquid, Virtus Pro, LGD dan masih banyak lainnya, ini lah lima tim kuda hitam Dota 2 yang diprediksi akan menggila di TI8!

Total ada lima tim Dota 2 yang diprediksi bakal menjadi batu sandungan bagi setiap tim calon juara yang ada, yaitu Team Serenity, Winstrike, Pain Gaming.

1. Team Serenity

Tim kuda hitam Dota 2 yang pertama dalam ajang The International adalah Team Serenity, mungkin hingga kualifkasi dari setiap region belum berakhir kalian pasti asing dengan nama tim yang satu ini.

Mereka menjadi sorotan setelah beberapa kali menunjukkan performa luar biasa pada saat mengikuti tiga kualifikasi dari empat turnament besar yaitu DAC 2018, ESL One Birmingham, EPICENTER XL dan China Super Major. Dalam empat kejuaraan itu mereka selalu melangkah mulus dalam fase open qualifier.

Namun mereka selalu terjegal dalam closed atau region qualifier oleh tim yang lebih besar. Tetapi tim yang dihuni oleh talenta baru asal China ini, seperti zhizhizhi, zyd dan tim yang sudah jelas belum pernah kita dengar namanya berhasil menghajar Invictus Gaming pada final closed qualifier TI8.

2. Winstrike

Tim kuda hitam Dota 2 selanjutnya yang mungkin, mungkin saja menjadi juara atau setidaknya memberikan kejutan terhadap tim-tim besar adalah, Winstrike dari region CIS atau Eropa Timur. Beranggotakan para pemain yang tidak bisa dibilang baru dalam dunia kompetitif Dota 2 Eropa, Winstrike melenggang pasti setelah mengalahkan Espada di final.

Winstrike atau yang dulu biasa disebut FlyToMoon ini memang baru saja terbentuk, namun tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menunjukkan kualitasnya. Mereka berhasil menyabet posisi ketiga pada salah satu major event yaitu EPICENTER XL.

Lawan yang mereka hadapi juga bukan tim gurem kelas tiga atau empat pada perjalanan mereka meraih peringkat tiga, Virtus Pro sang pemuncak klasmen DPC mereka hajar pada semifinal lower bracket, dengan skor telak 2-0.

Pada final lower bracket pun sang juara The International 2017 juga dibuat kesulitan! Langkah Team Liquid dibuat sangat amat tidak mulus meski mereka kalah 1-2. Coba kalian pikirkan apabila squad ini terbentuk lebih awal. Nangkring pada posisi tujuh atau delapan besar, bukan perkara sulit pastinya.

3. Pain Gaming

Organisasi esport yang sejatinya sudah terbentuk sejak 2010 silam ini mulai menunjukkan tajinya sejak satu pemain berbakat asal Rumania yaitu Aliwi “w33” Omar bergabung. Banyak kalangan yang mencibir bahwa masuknya satu top player dunia ke tim ini, tidak akan memberikan dampak yang berarti.

Karena selain w33 empat pemain lainnya adalah pemain yang tidak memiliki nama dan juga skill nya belum teruji sepenuhnya. Namun lima sekawan ini berhasil membalikan nyinyiran tersebut dan membuktikan diri mereka sebagai satu yang pantas untuk mewakili region ini.

Berhasil mengalahkan SG esport yang merupakan salah satu tim terkuat di region ini, Pain Gaming mengamankan satu slot menuju putaran final dan berkesempatan untuk meraih ketenaran serta kekayaan.

Pain Gaming sanggup menunjukkan kualitasnya juga dengan menjadi peringkat tiga pada ESL One Birmingham. Bayangkan jika w33 bergabung dengan organisasi ini lebih cepat, tidak pada akhir musim DPC, mungkin Pain Gaming akan jadi satu monster dari region SA. Seperti apa sepak terjang mereka nanti? Biarkan waktu yang menjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*