Georges St-Pierre Harus Melawan Mayweather, Kata Pelatih Zahabi

Pelatih Faris Zahabi ingin Georges St-Pierre melawan Floyd Mayweather.

Pelatih lama petarung bebas Georges St-Pierre, Faris Zahabi, mengatakan bahwa dia tengah berupaya melobi mantan juara tinju dunia dua kelas berbeda Floyd Mayweather untuk sebuah pertarungan.

St-Pierre telah dikabarkan tidak akan bertarung lagi di kelas menengah UFC. Petarung berusia 37 tahun itu mengatakan ia meragukan masa depannya di kelas tersebut. Keputusan itu telah membuat Presiden UFC Dana White untuk melucuti sabuk juara yang ia rebut dari tangan Michael Bisping.

Berbicara kepada media, Zahabi berbicara tentang bagaimana dia ingin St-Pierre mengikuti jejak juara dua kelas berbeda UFC Conor McGregor dan mengejar pertarungan dengan Mayweather.

“Saya ingin Georges melawan Mayweather. Saya terus merayu Georges. Anda melawan Mayweather. Anda melawannya. Dia menyukainya, ini gila. Saya tahu itu gila.” kata Zahabi.

“Mereka akan bertarung di kelas catchweight. Apakah menurut Anda Mayweather khawatir dia akan gegar otak? Dia melawan semua petinju top di dunia.

“Dia hanya perlu khawatir tentang volume dan jangkauan Georges, tetapi dia dapat menangani dirinya sendiri, dan Georges dapat menangani dirinya sendiri. Tetapi seluruh dunia akan menyesuaikan dengan yang satu itu.

“Saya suka, Georges melakukannya, tetapi Georges tidak ingin melawan pria yang lebih kecil, tidak ingin menantang pria yang lebih keci. Jadi itu harus datang dari Mayweather. Itu harus datang dari dia.” tambah Zahabi.

Pertarungan di antara Georges St-Pierre dengan Floyd Mayweather tengah diupayakan oleh pelatih Firas Zahabi. (Sumber:www.mmaweekly.com)

St-Pierre kembali ke arena UFC pada akhir tahun lalu usai absen selama empat tahun. Petarung asal Kanada itu sukses merebut gelar juara kelas menengah UFC dari Michael Bisping dalam acara UFC 217, di Madison Square, New York, AS.

Kendatipun GSP memiliki keberhasilan yang luar biasa sebagai kelas welter, perbedaan ukuran antara anak asuhnya dan Mayweather masih cukup besar, meskipun pelatih Zahabi meragukan hal itu akan menjadi masalah.

Sementara itu, Mayweather belum menyatakan keinginan untuk melawan GSP, namun daya tarik kegiatan olahraga lain setelah berhasil meraup keuntungan dari pertarungan pejuang yang tak terkalahkan dengan McGregor bisa menjadi faktor yang mengubah pemikirannya.

Seperti yang dikabarkan, petinju Amerika itu meraup pendapatan minimal US$1 juta dolar atau lebih dari Rp 1,4 triliun dalam pertarungan melawan juara UFC McGregor pada bulan Agustus lalu di AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*