Beralih ke Honda, Red Bull Dinilai Kehilangan Kesempatan Menjuarai F1

Renault mulai memperingatkan rekanan mereka Red Bull bahwa mereka sangat berisiko kehilangan kesempatan untuk memenangkan kejuaraan dunia Formula 1 dalam dua tahun ke depan jika beralih ke mesin Honda.

Red Bull saat ini sedang mempertimbangkan opsi untuk musim depan, dengan keputusan apakah akan menandatangani kontrak dua tahun baru dengan Renault atau bekerjasama dengan Honda yang akan dibuat sebelum Grand Prix Austria pada awal Juli depan.

Meskipun Honda telah membuat kemajuan baik selama musim dingin, Renault juga mulai menunjukkan taring mereka sejak Daniel Ricciardo memenangkan kejuaraan di GP Monaco di akhir bulan Mei lalu dan membantu Max Verstappen memimpin sesi latihan pertama dan kedua di GP Kanada minggu ini.

Berbicara kepada media, direktur pelaksana Renault F1, Cyril Abiteboul, mendesak Red Bull untuk berpikir dengan hati-hati tentang kondisi mesin mereka, dan bersikeras bahwa Renault berupaya membantu tim rekananan mereka memenangkan gelar juara kembali.

“Saya mengerti apa yang ingin mereka dapatkan. Mereka mencari sisi teknis dan komersial, karena jelas berbeda dengan pelanggan dan rekanan Renault versus menjadi tim kerja dengan Honda. Ini sangat berbeda dan saya menghargai itu.” kata Abiteboul seperti dilansir Sky Sports.

“Tapi sejujurnya, sejauh yang saya tahu, mereka memiliki kesempatan bersama kami untuk menjadi juara dunia lagi. Saya tidak bisa mengatakan untuk Honda.

“Dengan apa yang mereka miliki sekarang, apa yang akan datang dalam jalur, dan mobil mereka yang jelas merupakan mobil yang hebat, mungkin yang terbesar di luar sana, mereka memiliki kesempatan untuk menjadi juara dunia lagi dalam dua tahun mendatang.” tambah Abiteboul.

Pilot jet darat Red Bull Daniel Ricciardo sukses meraih kemenangan di GP Monaco bersama mobil RB14. (Sumber:www.dw.com)

Meskipun Renault telah menghadapi masa-masa sulit bersama Red Bull di era mesin turbo hybrid, termasuk berada di ambang perpecahan yang sengit, Abiteboul berpikir melanjutkan kemitraan adalah pilihan terbaik untuk keduanya.

“Ini keputusan yang rumit bagi mereka dan bagi kami. Tapi mungkin itu sisi emosional saya. Saya telah bekerja selama 12 tahun dengan menarik rambut saya dengan Christian [Horner] dan Helmut [Marko], dan saya tidak ingin kehilangan semua itu.” kata Abiteboul.

“Tetapi sejujurnya, dalam pembangunan tim Renault, saya rasa itu masih menarik untuk mendapatkan kapasitas benchmarking mereka. Kami tahu di mana kami harus bekerja berdasarkan apa yang mereka lakukan.

“Mereka telah menunjukkan bahwa mesin Renault dapat memenangkan balapan dalam kondisi lurus, jadi itu adalah pertanda baik dari apa yang kita lakukan, di mana kita melangkah ke depan dan di mana kita harus maju.” tambah pria asal Prancis tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*