Alisson Yang Melawan Kebiasaan

Alisson Becker tanpa diragukan lagi tengah menjalani salah satu musim terbaiknya selama berkarir di bawah mistar gawang. Musim ini, Alisson berhasil meraih sarung tangan emas di ajang Liga Primer, menjadi juara bayangan di bawah Manchester City, meraih gelar tertinggi untuk klub di kancah Eropa, dan yang terbaru, Ia baru saja berhasil mengantarkan Brazil ke final Copa America 2019, untuk pertama kalinya setelah 12 tahun usai menahan gempuran Argentina di babak semifinal.

Jika berbicara statistik, Alisson kini tengah menjalani sebuah rentetan pertandingan tanpa kebobolan sepanjang 9 laga. Terakhir kali Alisson dibobo oleh Salomon Rondon pada 5 Juni silam. Setelah itu, Alisson berdiri kokoh sebagai dewa pertahanan terakhir Liverpool dan Brazil. Tentu saja Ia harus berterima kasih pada tiang gawang yang membantunya menghalau sepakan Lionel Messi dalam laga semifinal barusan.

Berbicara predikat calon pemain terbaik biasanya hanya berbicara tentang nama Messi dan Ronaldo. Namun, melihat sepak terjangnya serta penilaian yang seringkali bergantung pada raihan trofi Eropa dan Internasional dalam beberapa tahun terakhir, nama Alisson pantas dijadikan satu dari tiga pemain paling yahud tahun ini. Apalagi jika Brazil benar keluar sebagai juara di Copa kali ini.

Penjaga gawang terakhir yang masuk nominasi adalah Manuel Neuer yang kala itu berhasil membawa pulang trofi Bundesliga dan Piala Dunia ke Jerman. Namun, Neuer kala itu kalah oleh dominasi Ronaldo dan Messi yang memang seharusnya dipertandingkan di planet lain dan bukan bumi.

Andai Alisson keluar sebagai juara atau berperan besar layaknya di laga final melawan Spurs, mungkin saja, nama Alisson akan terselip di jajaran para nominasi pemain super yang akan berlangsung nanti. Setidaknya, posisi 5 besar bukanlah suatu hal yang aneh dan patut dipergunjingkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*