Tiga Faktor MU Tidak Konsisten Menjelang Paruh Musim

Manchester United (MU) mulai menunjukkan gejala tak konsisten. Meski masih menempati peringkat kedua, terdapat sejumlah faktor yang mulai melemahkan anak-anak asuhan Jose Mourinho.

Kekalahan dari Chelsea pekan lalu menunjukkan hal itu. MU menyerang dengan total tujuh tendangan, tapi cuma dua yang menyasar target.

Efektivitas masih menjadi masalah MU. Padahal memiliki sejumlah nama yang ahli soal itu, termasuk Romelu Lukaku, Henrikh Mkhitaryan dan lainnya.

Berikut tiga faktor MU melempem di awal musim:

Pilihan Skuat Terbatas

Klub yang bersaing lebih dari dua kompetisi secara bersamaan tentu harus punya daftar skuat yang cukup. MU tampaknya memiliki masalah dengan hal itu.

Eric Bailly dan Phil Jones adalah bek tengah yang biasanya dimainkan di liga primer, Chris Smalling sering kali diturunkan pada pertandingan Eropa. Sedangkan Victor Lindelof belum menemukan performa terbaiknya di Manchester dan penampilan terakhirnya terjadi saat kalah dari Huddersfield Town.

Beda dengan striker. Selain Romelu Lukaku, tidak ada striker tim yang bisa diharapkan mencetak gol setiap minggunya. Rashford dan Martial dimainkan sebagai starter secara bergantian di lini tengah untuk mendukung Lukaku, namun kedua pemain tersebut kurang terlihat kualitasnya belakangan ini.

Bahkan di posisi playmaker, MUmemiliki pemain yang sudah mapan, seperti Juan Mata dan Henrikh Mkhitaryan. Namun keduanya gagal menciptakan peluang seperti playmaker papan atas lainnya.

Penurunan Performa Sejumlah Pemain

Mkhitaryan dipercaya menjadi tulang punggung tim. Pada awal musim ia memberikan 5 assist dan mencetak gol untuk Red Devils.

Dalam tujuh pertandingan liga pertamanya untuk Setan Merah, dia menciptakan total 22 peluang. Tapi, dalam empat pertandingan liga berikut, dia hanya bisa menciptakan 2 peluang.

Pemain Armenia itu juga hanya melakukan 39,5 umpan per game, kalah bila dibandingkan duet City David Silva 82,1% dan Kevin De Bryune 76,4% rata-rata per game. Bagi pemain yang peran utamanya adalah menciptakan dan memberi peluang, itu adalah nilai yang sangat rendah.

Di posisi penyerang, Lukaku memiliki masalah yang menghalangi dirinya untuk mencetak lebih banyak gol buat MU Dalam delapan penampilan pertamanya di liga, dia memiliki 16 tembakan tepat sasaran dan 8 tak sesuai target.

Namun belakangan, statistiknya menurun drastis. Melawan Huddersfield, Tottenham, dan Chelsea, dia hanya memiliki total 2 tembakan tepat dan 3 tak tepat sasaran.

Cederanya Paul Pogba

Musim ini, dampaknya tak terlalu terlihat bagi MU. Nemanja Matic telah memikul tanggung jawab sebagai gelandang bertahan untuk membantu menahan serangan lawan.

Pogba adalah pemain hebat yang bisa mempertahankan penguasaan bola, menggiring, menjaga dan juga mendalangi serangan dari belakang. Tanggung jawab utamanya tetap untuk mematahkan serangan lawan dan memulai serangan balik MU.

Namun demikian, cedera hamstring dalam pertandingan Liga Champions melawan Basel telah membuatnya absen sejak 12 September. Sejak saat itu, Mourinho menggunakan Marouane Fellaini dan Ander Herrera.

Namun, keduanya tak punya visi sebagus Pogba. Alhasil, umpan ke depan pun ikut menyusut.

Sumber foto: skysports.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*