Mencoba Mengerti Alexis Sanchez

Uang. Semua karena uang.

Benarkah demikian?

Akhirnya Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan resmi merampungkan transfer mereka yang telah lama dinanti-nantikan kedua belah pendukung Arsenal dan Manchester United. Alexis menjadi daya tarik utama atas transfer yang sebenernya bisa dibilang sangat tidak terduga ini. Setelah terus dihubungkan dengan Manchester City, United secara tiba-tiba melakukan manuver yang kini membuat mereka memiliki lagi salah satu pemain kelas dunia untuk mengisi nomor punggung 7 legendaris milik mereka.

Banyak fans Arsenal yang mengutuk aksi Alexis karena dianggap memilih uang ketimbang apa yang bisa ia capai dan raih andai bergabung bersama Pep Guardiola di Manchester City. Apalagi kita tahu bagaimana perbedaan posisi dari 2 klub Manchester tersebut saat ini. Belum lagi bagaimana perbedaan filosofi diantara kedua pelatih yang memang sangat bertolak belakang tersebut.

Hanya saja, melihat usianya yang telah menginjak usia 29 tahun, mungkin pilihan Alexis ini tidak bisa kita komentari dengan nada sinis. Mungkin ini adalah kontrak besar terakhirnya sebagai pemain profesional dan siapa yang tidak mau pindah ke tempat kerja yang lebih ternama dengan gaji yang lebih spektakuler? Ayolah jangan menjadi orang munafik.

Alexis diberitakan menekan kontrak dengan gaji mingguan sebesar 500 ribu Poundsterling, meski santer diberitakan bahwa sebenarnya gajinya “hanya” berada di kisaran 300 ribu Poundsterling dengan durasi kontrak selama 4 setengah tahun hingga 2022 nanti. Arsene Wenger sekalipun berbicara bahwa Arsenal bukannya tidak berusaha namun mundurnya Manchester City sebagai klub kaya raya menjadi alasan mengapa Arsenal sendiri tidak punya kuasa untuk menahan kepergian Alexis.

Mencoba berpikir dari sisi yang lebih positif, Alexis mungkin memilih United karena masih ada hati dan kepeduliannya yang melekat bersama Arsenal. Setelah terus dicerca dengan berbagai tuduhan seperti merusak harmonisasi tim, pemain egoism serta tidak mencintai Arsenal, Alexis membalas semua tuduhan dari para pendukung dan legenda Arsenal seperti Ian Wright melalui postingannya di akun Instagram miliknya. “Terima kasih untuk segalanya Gunners. Semua hal indah yang telah kita lalui dan capai bersama, semua saya berikan hanya untuk para penggemar karena mereka adalah yang terpenting. Terima kasih untuk semua yang kalian berikan seperti saat menyanyikan chant ‘Alexis Sanchez Baby’. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua rekan setim, pelatih, staff, tim medis, serta semua orang terlibat yang mungkin tidak tersorot kamera. Mereka yang memberikan kami makanan terbaik hari demi hari, mereka yang membersihkan sepatu kami, serta memotong rumput lapangan hingga selalu ada dalam keadaan terbaik, Tanpa mereka kami tidak akan bisa maju hingga saat ini dan terima kasih telah membantu kami berkembang setiap harinya”, ujar Alexis.

“Ada beberapa pihak (legenda Arsenal) yang berbicara tanpa memiliki pengetahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi sehingga mengakibatkan perpecahan. Saya pastikan saya selalu memberikan 100% hingga hari terakhir saya. Saat saya meminta kepada pelatih untuk bermain, saya melakukannya karena saya yakin bisa memberikan kontribusi”, tambah Alexis.

Dan kalimat berikut, entah hanya sebagai pemanis ataupun bukan, bisa menjadi alasan mengapa kita tidak pantas membenci Alexis untuk apa yang telah ia lakukan hingga kini.

“Saya ingat bagaimana saya melalukan sebuah percakapan dengan Thiery Henry, seorang legenda Arsenal yang berpindah klub untuk alasan yang sama. Dan kini adalah giliran saya untuk melakukannya” ucap Alexis mengakhiri kutipannya.

Seperti yang kita tahu, Henry pindah ke Barcelona akibat dirinya tak lagi melihat bahwa Ia mampu membawa Arsenal untuk naik level dengan keadaan yang ada pada saat itu. Dan jika Alexis merasakan hal yang sama, kita tentu harus setuju dengan buah pemikirannya. Ia menganggap bahwa usia tak lagi menunggunya dan keadaan Arsenal tidak serta merta menuju ke arah yang lebih baik.

Bahkan kepindahannya ke United sebenarnya bisa menjadi awal yang baru bagi Arsenal. Kedatangan Henrikh Mkhitaryan tentu menjadi pelipur lara karena ini berarti Arsenal tidak mengalami kerugian sebagaimana jika Alexis pergi ke City dan dibayar hanya dengan sejumlah uang. Bahkan proses pertukaran pemain ini bisa mendatangkan positive domino effect untuk Arsenal. Proses transfer Pierre Emerick Aubameyang juga diisukan akan segera rampung. Begitupun perpanjangan kontrak dari Jack Wilshere dan Mesut Ozil. Hal yang mungkin sudah dibicarakan oleh Alexis andai benar Ia harus segera meninggalkan Arsenal yang tengah limpung terutama semenjak proses tarik ulur yang terjadi di awal musim.

Atau mungkin karena Alexis dijanjikan sebuah video perkenalan yang luar biasa keren sambil memainkan alat msuik favoritnya piano dengan lantunan Glory Glory Man United? Sayang kedua anjing kesayangannya tidak bisa ambil bagian dalam salah satu video promosi pemain terbaik yang pernah saya saksikan. Di sisi ini kita harus mengakui bahwa inilah alasan mengapa United merupakan satu dari sedikit ‘established club’ yang memiliki fanbase terbanyak di seluruh dunia. Bandingkan dengan respon Arsenal menyambut kedatangan pemain terbaik mereka. Ataupun tim lainnya yang tidak pernah melakukan hal serupa dengan apa yang dilakukan United kala menyambut Alexis.

Terima kasih Alexis Sanchez. Saya harapkan Anda untuk bermain biasa-biasa saja bersama United nanti. Setidaknya berada di level yang sama dengan Angel di Maria.

Tidak buruk-buruk amat bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*