Kekecewaan Buffon Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia 2018

Italia yang berhadapan dengan Swedia akhirnya harus mengubur mimpi untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2018. Hasil seri 0-0 kontrak Swedia menjadi laga terakhir langkah Italia untuk menuju Piala Dunia 2018. Swedia pun berhasil merebut tiket menuju Piala Dunia 2018 setelah laga pertama menumbangkan Italia 0-1.

 

Kekecewaan mendalam tidak dapat disembunyikan kipper legendaris Italia, Gianlugi Buffon. Ia yang ingin tampil untuk keenam kalinya di Piala Dunia harus kandas setelah laga tersebut usai.

 

Dalam wawancaranya, Buffon terlihat begitu terpukul akan hasil ini “Itu mengecewakan. Bukan untuk saya, tapi untuk keberlanjutan sepakbola, karena kami meraih sesuatu yang benar-benar penting bagi negara kami,” ujar Buffon, seperti dilansir Football Italia

 

Sebelumnya, Buffon berencana mengakhiri karir sepakbolanya Bersama timnas Italia setelah hajatan turnamen  bergengsi 4 tahunan Piala Dunia. Namun tekad tersebut pupus dan ia terpaksa harus mengakhiri karirnya lebih cepat dan menyedihkan. Buffon tampak tak kuasa menahan air mata begitu pluit Panjang tanda berakhirnya laga di tiupkan wasit.

 

“Cuma itu penyesalan saya, bukan karena saya akan pensiun. Karena waktu terus berjalan dan itu sudah pasti. Hanya saja itu memalukan pertandingan resmi saya berakhir dengan kegagalan lolos Piala Dunia,” kata kiper Juventus itu.

 

Buffon menuturkan bahwa mereka memang kesulitan membalas kekalahan dari laga sebelumnya secara psikologis. Ia juga membantah jika ada anggapan bahwa Italia menganggap enteng Swedia.

 

“Barangkali karena kami memang tidak menampilkan sepakbola terbaik yang kami bisa, itulah sayangnya. Kami kekurangan energi dan ketajaman untuk mencetak gol,” terangnya.

 

Buffon tidak sendirian menyatakan kabar gantung sepatunya, bek Giorgio Chiellini juga menyatakan mengikuti jejak Buffon untuk pension dari Timnas Italia setelah laga menyedihkan untuk Italia tersebut usai.

 

Chiellini tercatat 95 caps Bersama Timnas Italia sejak bergabungnya pada 17 November 2004″Selama tiga tahun terakhir kami ditanya soal rasa cinta untuk tidak pernah meninggalkan timnas. Italia akan memulai lagi dengan Marco Verratti dan banyak pemain lainnya yang lahir di tahun 1990-an, yang akan matang di Piala Eropa berikutnya,” ujar Chiellini

 

Bek Juventus tersebut mengatakan bahwa factor keberuntungan tidak bias disampingkan dalam pertandingan itu, menurutnya timnas Italia telah tampil maksimal untuk memenangi laga tersebut namun sekali lagi keberuntungan tidak berpihak kepada mereka. Chiellini juga menyebut Swedia layak lolos dan legawa terhadap hasil pertandingan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*