“Bintang Tottenham Kane terlalu gendut untuk Arsenal!”

The Gunners (julukan untuk Arsenal) hanya bisa mengigit jari ketika melihat mantan pemainnya yang bersinar dengan rival abadi mereka di London utara yakni Tottenham.
 
Harry Kane di lepaskan oleh Arsenal oleh karena di dikategorikan “gendut”, hal ini diungkapkan oleh Liam Brady, dan hal ini jugalah yang membuat Arsenal kemuadia mengakui bahwa mereka telah “salah”.
 
Kane yang sekarang ini menjadi bintang besar di rival Arsenal di London Utara yaknit Tottenham dan sebentar lagi dijadikan kapten untuk timnas Inggris di Piala Dunia 2018 pada umur 8 tahun memanglah sempat menjadi pemain didikan Arsenal.
 
Namun, Kane dilepaskan oleh Arsenal dan itulah yang kemudian menjadi motivasi untuk Kane sendiri supaya dirinya bisa terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik seperti yang dia tunjukkan sekarang ini.
 
Total 2 sepatu emas (pemenang top skorer di kancah eropa) dan juga 100 gol di Liga Primer Inggris adalah apa yang telah mampu dicapai oleh Kane, dan mantan direktur pemain muda dari akademi Arsenal menyatakan bahwa tim Arsenal melakukan keputusan fatal yang salah ketika melepaskan Kane muda.
 
“Dia kelihatan gendut, dan tidak begitu atletis dan kami salah” ungkap Brady.
 
“Tetapi bahkan Tottenham juga sempat meminjamkan dia selama dua tau tiga tahun ke tim yang di divisi yang lebih dibawah. Namun, determinasi dari Kane lah yang membuat dirinya mampu menjadi pemain seperti hari ini dengan karir yang luar biasa.”
 
Kane kini tidak hanya dinobatkan sebagai salah satu pemain terhebat di tim dan liga Inggris, namun namanya juga telah di elu elukan sebagai salah satu striker terhebat didunia pada saat ini, bahkan tidak sedikit yang membandingkan pencapaianya dengan pemain sekelas Messi dan Ronaldo.
 
“Anak itu memiliki karakter yang terus membuatnya untuk terus berkembang,” tambah Brady.
 
“Setelah [Lionel] Messie, [Cristiano] Ronaldo dan [Robert] Lewandowski maka pemain selanjutnya adalah Kane. Pencapaianya yang bisa membuktikan itu. Dan dia hanya berumur 24 tahun.”
 
Kane tentunya memiliki kesempatan untuk mencapai apa yang dikatakan oleh Brady, lantaran dirinya memiliki kesempatan untuk membuktikan itu di ajang liga Champions ketika Spurs kembali bermain melawan Juventus.
 
Langkah Tottenham memanglah harus di cobai oleh Juventus, tetapi mantan pemain dari Bianconeri yakni Brady percaya tim asuhan Pochettino itu harus bisa mengikuti kontes tersebut tanpa gentar.
 
“Juventus bukanlah favorit, masih 50-50” ungkap Brady.
 
“Tottenham adalah tim yang memiliki kemampuan membangun permainan dengan sangat baik, mereka memiliki pelatih yang hebat dan tiga pemain depan yang hebat didalam [Christian] Eriksen, [Dele] Alli dan Kane. Kamu harus bisa menghentikan permainan dari lini tengah untuk bisa membungkam mereka bertiga.”
 
“Apakah lini depan Juventus menyakinkan? Menurut saya tidak begitu, karne kita sudah hampir sering melihat kemampuan terbaik seorang [Gonzalo] Higuain. Sangat sulit untuk dirinya melakukan perbedaan di kancah Eropa. Dia sangat statis (pemain yang tidak begitu aktif untuk mencari ruang kosong).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*